Pengertian, Sejarah dan Ciri Kubisme




Jenis-jenis aliran seni rupa terus berkembang dan menghasilkan inovasi baru. Banyak dari inovasi ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, seperti penemuan tabung cat logam dan evolusi fotografi, serta perubahan dalam konvensi sosial, politik, dan filsafat, bersama dengan peristiwa dunia.

Salah satu aliran seni rupa yang cukup menarik adalah kubisme. Kubisme merupakan aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. 

Hal ini berarti sudut pandang objek dalam lukisan tidak akan mirip dengan kenyataan karena berbagai sudut pandang dapat dicampurkan dalam satu objek atau lebih.

Sejarah Kubisme

Jenis Lukisan ini berkembang pada tahun 1900-an dan menjadi aliran yang bersifat futuristik dan tampak lebih menarik dibandingkan dengan karya klasik. Pada masa itu, karya klasik sudah dianggap terlalu datar. 

Salah satu Seniman lukis yang terkenal dan memperkenalkan jenis aliran ini adalah Pablo Picasso (25 October 1881 – 8 April 1973) yang berasal dari Spanyol.  Pablo Picasso terinspirasi oleh topeng-topeng dari suku Afrika,

Gaya yang digunakan untuk membuat topeng-topeng tersebut sangat tidak natural/realistik, penuh distorsi namun tetap menghadirkan citra manusia yang hidup

Aliran kubisme adalah karya revolusioner yang menambah ragam bentuk berbagai jenis karya seni lukis.


Ciri Kubisme

Lukisan jenis kubisme bersifat abstraktif dan deformatif, yaitu mengubah bentuk objek lukis menjadi bentuk yang baru namun tidak merubah dasar. Objek seakan-akan disusun dari bidang/bentuk yang berlainan, saling tumpang tindih sehingga membentuk tampilan yang unik.

Dalam aliran kubisme, gambar akan dipecah melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret dapat terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan sehingga menghasilkan kejanggalan yang artistik. 

Hal ini juga biasanya membuat karya kubisme tampak abstrak namun sebetulnya kita masih dapat mengamati beberapa figur dan objek yang jelas, hanya sudut pandang atau hanya beberapa bagiannya saja yang tidak utuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Terapan: Merangkai Kreativitas dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Apa itu Seni Rupa Romantisisme

Dadaisme: Pengertian, Sejarah, Ciri Ciri, Tokoh Hingga Contohnya