Mengenal Aliran Seni Futurisme


Futurisme berasal dari bahasa Perancis, yaitu future yang berarti “masa depan”. Futurisme merupakan aliran seni rupa yang ingin melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan (future) melalui sudut pandang Dinamisme Universal.

Aliran seni ini menekankan ekspresi dinamisme, kecepatan, energi, kekuatan, dan teknologi. Futurisme kerap disebut sebagai aliran seni rupa yang ingin melupakan masa lalu dengan melihat masa depan.

Pengertian Aliran Futurisme

Futurisme merupakan aliran seni di Italia yang diciptakan oleh Filippo Tommaso Marinetti pada tahun 1908. Aliran seni ini terinspirasi dari kehidupan yang mengalami perubahan karena penemuan mesin yang menghasilkan unsure gerak dan kecepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20.

Aliran tersebut berkembang menjadi media ekspresi dalam desain, tak hanya dari maknanya saja tapi juga bentuknya. Sebagai contoh,jika dalam karya seni klasik, binatang kuda akan digambarkan memiliki empat kaki saja. Sementara, dalam aliran futurisme, mereka akan menggambarkan kuda tersebut dengan 20 kaki atau lebih.

Hal tersebut dikarenakan realitas dinamisnya, kuda tidak dapat digambarkan sebagai subjek yang diam. Seperti ketika berlari, bisa jadi kuda akan tampak memiliki banyak kaki.

Aliran ini bertujuan untuk menangkap bentuk keindahan dari kecepatan serta energi dari teknologi yang hadir di masa modern. Oleh karena itu, aliran futurisme lebih menekankan pada keindahan visual, gerak, garis dan warna. 

Sejarah Aliran Futurisme

Aliran futurisme dikenalkan pertama kali pada 20 Februari 1909. Saat itu, sebuah surat kabar ternama yakni Paris Le Figaro mmenerbitkan sebuah manifesto dari seorang penyair sekaligus editor bernama Filippo Tommaso Marinetti asal Italia.

Dalam manifesto tersebut, Tommaso Marinetti menuliskan bahwasanya aliran futurisme hadir sebagai cerminan dari tujuannya untuk membuang seni klasik sekaligus merayakan inovasi serta orisinilitas budaya dan masyarakat.

Manifesto tersebut dibuat usai Tommaso Marinetti berusaha berbalik guna menghindari para pengendara sepeda dan menabrakkan mobilnya ke selokan. Pengalaman sederhana Tommaso tersebut kemudian memberikan inspirasi pada Marinetti untuk menuliskan sebuah manifesto.

Menurut Marinetti, kemajuan bagaikan sebuah mobil yang mampu mengalahkan sepeda. Berawal adri pemikiran itulah, seniman muda di Italia kemudian mulai bergabung dengan gerakan Futurisme melalui manifesto yang ia terbitkan.

Beberapa seniman muda yang turut bergabung dengan Merinetti pada saat itu adalah Umberto Bocciono, Lugi Russolo, Carlo Carra yang bergabung pada tahun 1910. Kemudian disusul oleh Gino Severini dan Giacomo Balla yang ikut bergabung bersama Marinetti.

Sehabis perang dunia pertama, banyak seniman futurisme yang mulai mendukung fasisme dan beberapa futuris mulai mengikuti aliran kubisme di Paris. Hal itu mengakibatkan aliran futurisme mulai meredup. Namun, setelah perang dunia berakhir, Marineeti pun berhasil menghidupkan kembali aliran futurisme tersebut.

Kebangkitan gerakan futurisme pasca perang dunia pertama berakhir, aliran ini kemudian disebut sebagai il secondo futurisme yang berarti futurisme yang kedua oleh para penulis di tahun 1960-an.

Ciri-Ciri Aliran Futurisme

Terdapat bebarapa ciri khas yang membedakan aliran futurisme yang membedakannya dengan aliran lainnya. Berikut adalah ciri-ciri aliran futurisme :

• Menggunakan berbagai macam teknik baru dan mengikuti arus dari perkembangan zaman.

• Menciptakan karya seni baru dan meninggalkan tradisi seni klasik

• Melawan sisa-sisa dari kehancuran batin, penyebab perang dunia pertama

• Menerapkan dinamisme universal yang berarti tidak hanya terpaku pada suatu konsep dari satu sisi saja, akan tetapi juga melihat dari seluruh aspek termasuk hal-hal yang sering kali diabaikan oleh seniman

• Mengandung berbagai elemen dalam keseharian modern yang baru

• Terkandung berbagai elemen dalam keseharian modern yang baru. Contohnya seperti industri, mobil hingga berbagai macam teknologi mekanik lainnya yang tengah berkembang pesat pada tahun 1900 an.

• Menciptakan karya-karya yang memiliki kesan yang cepat dan energik dengan gambar yang dinamis

• Unsur ekspresi pada desain aliran futurisme menggunakan tipografi dan mampu memanfaatkan prinsip yang tampak serta memiliki banyak perspektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni Terapan: Merangkai Kreativitas dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Apa itu Seni Rupa Romantisisme

Dadaisme: Pengertian, Sejarah, Ciri Ciri, Tokoh Hingga Contohnya